Minggu, 25 September 2011

Aku Tidak Sakit Hati (1)

1 tahun yang lalu......

Namaku dara, usiaku cukup matang untuk menikah yah 29 tahun. Ngakk punya pacar?? Tentu bukan itu alasanku. Tapi aku dan Eno pacarku berkomitmen 1 tahun lagi kami menikah, setelah impian kami tercapai. Ya impianku menjadi manajer dan impiannya memiliki showrom sukses. Kami bahagia menjalani kisah percintaan ini, bahkan bertengkarpun kami jarang. Selama 2 tahun menjalaninya kami saling menghargai. Sepertinya Eno dan Dara telah diciptakan untuk bersama. Tapi mimpi - mimpi kami harus terkubur karena wasiat ayahku.

'' Ra, sebelum ayah meninggal, ayah punya satu keinginan. Bisakah kamu wujudkan mimpi ayah? Dengan menahan rasa sakit dan terbata bata ayah memohon padaku''.

'' yah, jangan ngomong seperti itu. Ayah pasti sembuh'' kata kataku mulai lirih tercampur isak tanggis.

Di pojok tempat tidur ibu tampak mulai menghapus air matanya yang jatuh tak terbendung.

Teramat susah untuk mengeluarkan bait bait kalimat, ayah melanjutkan kalimatnya.
'' Ayah rasa waktunya telah datang, sebelum pergi berjanjilah Ra. Ayah ingin kamu nikah sama satria, dia bisa membimbingmu dan menjadi suami yang baik bagimu. Ayah mohon kamu kabulkan permintaan terakhir ayah''.

Aku menghambur ke pelukan ibu. Aku menangis di pelukan ibu. Aku nggak mencintai Satria, aku nggak mau mengingkari janji dengan Eno. Aku nggak mau menyakiti keduanya.

'' Nduk, ibu tahu ini pilihan sulit bagimu.. Kamu ingin berbakti dengan ayahmu kan? Penuhilah keinginan ayah, semua akan baik baik saja'' tetap dengan berurai air mata ibu memohon padaku.

Perasaanku berkecamuk. Antara Eno dan Satria. Aku harus memilih, untuk berbakti pada ayah dengan berat hati ku memutuskan.

Ku dekatkan mulut di kuping ayah,, dan ku mulai bicara dengan ayah '' baiklah, yah aku akan menikah dengan Satria''.

Nitttttttttt..... Garis lurus tampak dimonitor jantung. Ayah telah pergi dengan senyum dibibirnya.

Aku dan ibu berpelukan, menangis tanpa bisa kami bendung air mata duka ini.

Bersambung....

Jogja, 250911

0 komentar:

Posting Komentar

Menurut Kamu