Senin, 08 Agustus 2011

Teruntuk Bunda

Bunda lelah tak kau rasakan..
Sakitpun tak kau hiraukan..
Dari aku kecil sampai kini telah dewasa..
Tapi kasihmu tak pudar diusia senja..
Bunda maafkan ananda..
Bukan sekali dua kali membuat air matamu jatuh..
Bunda begitu sabar kau didik ananda..
Meski ananda belum penuhi semua pintamu..
Bunda ananda berjanji dalam kalbu..
Akan berusaha penuhi nasehatmu..
Dan kelak bahagia akan memelukmu..

Jogja,080811

2 komentar:

arian sahidi mengatakan...

puisi buat saya kapan ?
pasang muka meles....

Idha Septriarini mengatakan...

Arian@ ambil antrian ya :D *dipojok pintu

Posting Komentar

Menurut Kamu