Kamis, 11 Agustus 2011

3 Sahabat

Perkenalkan namaku ria, aku mempunyai 2 sahabat, meskipun kita berlainan tempat asal, dan latar belakang tapi ikatan kami kuat seperti saudara sendiri. Kedua sahabatku bernama fatim dan abdi. Jangan heran ya, mereka perempuan dan laki2. Kami dipersatukan dalam kuliah. Kedua sahabatku anak kos, aku sendiri tinggal bersama orang tua. Dimana ada aku, disitu pula ada fatim dan abdi.
Suatu hari fatim berbicara padaku. Dengan muka serius tanpa ekspresi, meski aku tetap ketawa tiwi,tapi tidak dengan fatim.

''Ria aku mau ngomong serius, jangan ketawa terus donk'' ujar fatim

''iyaaaa say'', dah buruan ngomong (masang muka serius ke arah fatim)

''Ria, maafkan aku ya'' ujar fatim dengan mata berkaca kaca,penuh harap.

''maaf untuk apa tim, bukankah diantara kita tidak terjadi kesalahan, ko tiba tiba minta maaf'' ujarku. Eh kemana abdi tumbe ngak nimbrung.

''Ria, nanti juga abdi datang, aku mau bilang sesuatu padamu, kamu boleh marah, mencaciku atau apapun itu'' ujar fatim

Semakin tampak kebingunganku. Dengan mengernyitkan dahi aku mulai mempersiapkan diri mendengarkan fatim.

''Ria, ku merasa bersalah padamu. Aku dah siap dengan perlakuanmu setelah kamu tahu semua'' ujar fatim

Tiba tiba abdi datang dan langsung menyerobot pembicaraan aku dan fatim.

''aku minta maaf juga ya ria, emmmmmm sudah satu minggu ini aku berkomitmen jadian sama fatim, dan kami menyembunyikan hubungan ini dari kamu maupun sama teman teman, tapi kami salah, ternyata batin kamu tersiksa, bagaimanapun juga kamu sahabatku dan harus tahu. Dan hari ini kuberanikan diri berkata padamu''

Lama kami terdiam, sampai kupecahkan keheningan ini.

''tim,abdi aku ngak akan marah membencimu,atau menghinamu. Aku tahu ini pasti keputusa berat bagi kalian antara persahabatan dan cinta. Aku berharap apapun esok yang akan terjadi pada kita, tetaplah menjadi sahabat''

Kamipun berpelukan, dan abdi melihat kami tersenyum.

1 bulan semenjak komitmen itu terucap, persahabatan kami tetap seperti dulu, saling menghargai. Tapi......

Kali ini fatim berkata ''kami memutuskan komitmen itu, dan abdi memutuskan tidak mau mengenalku lagi''

Kamipun berpelukan menangis sambil aku berkata ''aku akan menyatukan persahabatan kita''

Aku tahu ini berat bagimu abdi. Dengarkan aku singkirkan egomu. Sahabat akan sakit juga ketika salah satu diantara kita sakit.

''Kau anggap aku sahabatmu, tapi kapan kau anggap fatim bukan musuhmu''

Aku sayang kalian.
jogja, 110811

0 komentar:

Posting Komentar

Menurut Kamu