Selasa, 05 Juli 2011

Kesabaran Pak DiminKesabaran Pak Dimin

Sebuah kisah nyata tentang kesabaran seseoran yang membuat hati trenyuh... Tampak dari kejauhan sosok pak dimin membawa jerami, lelah jelas terlihat dari raut wajahnya. Wajah pak dimin terlihat lebih tua dari usianya. Diusia 55 tahun pak dimin telah mengalami berbagai cobaan aku sangat mengagumi kesabarannya. Pak dimin memiliki 3 putra dan 3 putri, tetapi 1 putra telah meninggal.
Kurang lebih 5 tahun yang lalu ujian kesabaran pak dimin dimulai dengan kehilangan putra tercinta karena 'kanker paru2' dan lagi2 karena kemiskinan nyawa putra ke 3 beliau tidak terselamatkan. Masih teringat dengan tegar pak dimin berkata ''niki sampun kersane Gusti Allah, kula sampun ikhlas'' Sungguh kata2 yang membuatku trenyuh.
1 bulan setelah sepeninggal putranya, ujian kesabaran itu datang kembali. Putra ke 2 bapak dimin mengalami 'depresi' yang mengharuskan penduduk kampung menyarankan dibawa kerumah sakit jiwa. Pak dimin lagi2 menunjukkan kesabaran beliau dengan rasa kasih sayang diantar putranya ke RSJ, 2 bulan dengan setia menjenguk putranya. Tapi lagi2 karena kemiskinan tidak ada biaya, hanya berbekal SKM, pihak RSJ meminta pak dimin membawa pulang anaknya, dan disarankan berobat jalan. Dan sangat trenyuhnya anak pak dimin sampai sekarang masih depresi.
Kini beban pak dimin terasa semakin berat berat. Yah 3 bulan yang lalu istri tercintanya menghadap keharibaan Nya. Lebih menyedihkan lagi istrinya meninggal karena 'kanker payudara'. Aku paham kenapa dulu istrinya tidak mau berobat kemedis, itu karena putranya dulu telah ditanggani medis tapi akhirnya meninggal. Akupun paham kenapa pak dimin pasrah 'menawi wonten nopo2 kulo ikhlas, mboten sah dibeto ten RS' dengan bujukan warga yang tidak tega melihat kondisi istrinya,pak diminpun luluh. Dengan kondisi sudah koma pihak RS tidak bisa berbuat banyak. 2 hari di ICU istri pak dimin dipanggil Yang Kuasa.
Tabah, tegar, dan sabar terlihat dari sosok pak dimin. Masih ada kisah memilukan dari pak dimin, anak 1 nya juga terkena 'kanker payudara' dan berobat secara rutin. Pak dimin begitu sabar menghadapi cobaan hidup ini, semoga aku bisa meniru kesabaran beliau.


** Buat pak dimin dan keluarga semoga mendapatkan buah kesabaran yang terindah dari Allah
Dan mb arti dan dek maman semoga cepat sembuh... Amiin

Jogja,050711

0 komentar:

Posting Komentar

Menurut Kamu