Fiksi juga...... 4 tahun sudah aku ikut bu esya, hari ini merupakan hari yang sangat bahagia buatku. Ah biarkan cerita hidupku menjadi cerita buat anak cucuku kelak. Memang semenjak bayi aku telah ditinggal kedua orang tuaku. Hidup susah sudah menjadi sahabatku setiap hari, semua aku syukuri karena keyakinan dihati Tuhan tidak tidur pasti ada rencana indah dibalik kisahku ini. Nak waktunya solat subuh!!! Suara seorang ibu membangunkanku yang masih terbuai mimpi di kamar pojok serambi masjid. Oh iya semenjak duduk di kelas 3 SMP ini aku mendapatkan kebaikan dari warga disini, aku diperbolehkan tinggal diserambi masjid yang dilengkapi sepetak kamar dengan persyaratan membersihkan masjid dan mengajar ngaji. Dan semua aku jalankan dengan ikhlas semata mata mengharapkan ridhoNya. Setelah lulus ini aku berharap mendapatkan pekerjaan,meskipun aku tahu pasti akan susah mendapatkan pekerjaan yang hanya bermodalkan ijazah SMP. Tapi dugaanku salah,ternyata selama ini ada seorang ibu yang memperhatikan keseharianku. Ibu esya, wanita setengah baya yang berprofesi sebagai bidan menawari aku untuk bekerja dirumahnya dan bu esya juga berjanji akan menyekolahkan ke SMEA. Tanpa berpikir panjang aku terima penawarannya,tak lupa aku mengajukan syarat untuk bisa mengajar ngaji ba'do magrib. Aku berjanji akan menyelesaikan semua kewajibanku terlebih dahulu. Baiklah zah semua persyaratan ibu penuhi. Ah betapa senangnya,setelah berkali2 pindah tidur dari emper toko sampai kamar di serambi masjid semua ada hikmahNya. Kenalkan zah ini suami ibu,dan ada 2 jagoan ibu,arif dan dema tapi mereka ada diponpes,minggu depan pulang. Wah anaknya diponpes pasti soleh. Seperti impianku mendapatkan pendamping hidup seorang lulusan ponpes. Zah kenapa bengong ayo ibu tunjukkan kamarmu. Kamar yang bagus, tidak pernah aku mendapatkan kamar seperti ini. Satu minggu dirumah ini aku sangat menikmatinya. Akupun telah didaftarkan di SMEA, hari minggu semua libur dan ada dirumah,dan seperti biasanya aku melakukan pekerjaan rumah. Ketika sedang menyapu halaman, tiba2 sebuah mobil melewati depanku. Dan sosok pemuda turun dari mobil, aku sungguh terpesona akan sosoknya. Izzah sini!! Panggil bu esya berkali kali, sampai aku tesadar Astaughfirulloh. Maaf bu, sambil tersipu :)(**bersambung)
Kamis, 30 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar
Menurut Kamu