Fiksi aja Azka Reitama nama yang indah pemberian abah dan umi,meskipun sempat bergonta ganti nama, semenjak kecil aku dikenal oleh salah satu teman sepermainanku bernama inong. Ah kini aku menginjak usia 27 tahun,karier alhamdulilah telah kuperoleh,dan gelar pendidikan S2 telah kupegang hari ini, sungguh nikmatMu tak terbatas. Azka ada telpn!! dapat dipastikan itu telpn dari abah umi,bergegas meniti tangga menuju meja telpn, ya semenjak menjadi abdi negara,dengan berat hati aku tinggal jauh dari orang tua. Hari ini abah dan umi menelpon masih dengan suara yang lembut dan sedikit merajuk,dan aku seperti biasa diam mendengar sebelum menjawab ajuan pertanyaan beliau. 'Nduk abah umi pengin kamu segera menikah. Kemarin teman lama abah kerumah bersilaturahmi,tanpa sengaja menanyakan sebuah foto,ya itu fotomu nduk. Beliau bermaksud memperkenalkan kamu ke anaknya, insyaAllah dia soleh. Abah dan umi tidak memaksa semua keputusan padamu nduk.'
1 minggu waktu yang cukup untuk aku berpikir,dan aku putuskan menerima usulan abah umi. Dan hari ini,hari dimana aku akan diperkenalkan dengan orang itu. Kedua orang tuanyapun datang kerumah,tapi sedikit melirik dimanakah anaknya? Kenapa nduk azka? Cari Aden ya,tenang nduk pasti ketemu tapi sementara lewat webcam,karena aden diLN ada tugas kantor nduk. Mulailah aku berwebcam, subhanallah Kau ciptakan manusia sesempurna ini,tuturkatanya lembut sekali. Tapi rasanya aku mengenal sosoknya,ah sudahlah.
Dan perkenalan aku dengan aden memasuki tahap yang serius. Aku semakin mantap aden akan menjadi separuh jiwaku. Tepat 3 bulan setelah perkenalan, kami resmi menjadi suami istri.
Dan rasa penasaranku terjawab dikamar pengantin,ketika aden membuka jilbabku dan hendak mencium keningku. Inong kamukah ini? Kamuuuu putra yang dulu melempar batu di keningku hingga dijahit 12, sekarang jadi suamiku. Ah dulu teman bermain beda komplek jadi suamiku. Kamipun tersenyum,ternyata dunia tak selebar dau talas.
1 minggu waktu yang cukup untuk aku berpikir,dan aku putuskan menerima usulan abah umi. Dan hari ini,hari dimana aku akan diperkenalkan dengan orang itu. Kedua orang tuanyapun datang kerumah,tapi sedikit melirik dimanakah anaknya? Kenapa nduk azka? Cari Aden ya,tenang nduk pasti ketemu tapi sementara lewat webcam,karena aden diLN ada tugas kantor nduk. Mulailah aku berwebcam, subhanallah Kau ciptakan manusia sesempurna ini,tuturkatanya lembut sekali. Tapi rasanya aku mengenal sosoknya,ah sudahlah.
Dan perkenalan aku dengan aden memasuki tahap yang serius. Aku semakin mantap aden akan menjadi separuh jiwaku. Tepat 3 bulan setelah perkenalan, kami resmi menjadi suami istri.
Dan rasa penasaranku terjawab dikamar pengantin,ketika aden membuka jilbabku dan hendak mencium keningku. Inong kamukah ini? Kamuuuu putra yang dulu melempar batu di keningku hingga dijahit 12, sekarang jadi suamiku. Ah dulu teman bermain beda komplek jadi suamiku. Kamipun tersenyum,ternyata dunia tak selebar dau talas.


0 komentar:
Posting Komentar
Menurut Kamu