Hari, jam, menit, dan detik ini kamu datang.
Menangis itulah yang terdengar pertama kali.
Dan untuk pertama kali menghirup napas.
Untuk melihat dunia meski masih terbatas.
Masih suci jiwa ragamu, seputih kertas tanpa goresan.
Seorang ibu menangis menyambut kehadiranmu.
Lelah,letih dan sakit tak terasa setelah melihatmu.
Disebuah lorong ini, aku menyaksikan kehadiranmu di dunia.
Semakin ku mengerti arti perjuangan seorang ibu.
Dan maafkan aku ibu belum bisa membahagiakanmu.
Aku berdoa, semoga nanti jika waktunya aku juga akan merasakan perjuangan seorang ibu.
Jogja, 021011
Menangis itulah yang terdengar pertama kali.
Dan untuk pertama kali menghirup napas.
Untuk melihat dunia meski masih terbatas.
Masih suci jiwa ragamu, seputih kertas tanpa goresan.
Seorang ibu menangis menyambut kehadiranmu.
Lelah,letih dan sakit tak terasa setelah melihatmu.
Disebuah lorong ini, aku menyaksikan kehadiranmu di dunia.
Semakin ku mengerti arti perjuangan seorang ibu.
Dan maafkan aku ibu belum bisa membahagiakanmu.
Aku berdoa, semoga nanti jika waktunya aku juga akan merasakan perjuangan seorang ibu.
Jogja, 021011


2 komentar:
Tangisan sakral yang hanya dikaruniakan Allah bagi para ibu. ;_)
Sejak itu para ibu berjasa, selamanya para ibu mulia. :)
betul mas.... ibu adalah pahlawan tanpa tanda jasa..... love mom :)
Posting Komentar
Menurut Kamu